Cari

ceritayu

there is always something to be thankful for

Tag

Awardee

Our LPDP story 2015

Tas LPDP oleh-oleh PK-55

 Juli 2015 berhasil bujuk calon suami untuk sama-sama berjuang apply LPDP. Tujuan Luar Negeri, Belanda, Utrecht. (Karena terinspirasi dari senior yang beasiswa keluar negeri setelah menikah).Setelah berjuang belajar TOEFL ITP, saya mengikuti tes 3 kali dan calon suami 2 kali tes, hasilnya tidak kunjung sampai 550 😂😂.
In the end, saya tetep daftar dengan tujuan Dalam Negeri. Tapi disatu sisi calon suami saya gagal submit pendaftaran online karena website LPDP sempet crash dihari terakhir pendaftaran 19 Oktober 2015. Padahal berkas untuk pendaftaran sudah terkumpul semua.

Waktu berjalan, Alloh SWT memberi rencana lain. Saya tetep lanjut berjuang dengan mengikuti seleksi LPDP. Bulan November 2015 lolos seleksi administrasi, mengikuti seleksi wawancara, LGD (Leader Group Disscusion) dan Essay on the spot kemudian Alhamdulillah diterima menjadi awardee LPDP batch IV tahun 2015 bulan Desember 2015. Sedangkan si cami fokus dengan pekerjaanya. Saya sudah coba bujuk lagi untuk apply tahun ini, somehow kadang laki-laki punya pemikiran lain dan prioritas lain. But I am sure kita bisa achieve mimpi kita suatu saat nanti, untuk sekolah bareng di luar negeri. Aamiin. Sekarang salah satu mimpi kita sudah di depan mata, menikah. Fokus pada menikah tahun ini kemudian kita susun mimpi-mimpi yang lain. Satu demi satu kita berjuang menggapai mimpi kita.

Perbedaan itu selalu ada terutama perbedaan pandangan dan pemikiran, kita tidak boleh memaksakan kehendak atau pemikiran kita pada pasangan kita. Boleh saja kita memberi pendapat atau berdiskusi namun tetap hargai juga pendapat pasanganmu, perbedaan itu bukan hal yang perlu dihindari. Bisa saling menghargai dan memahami satu sama lain dalam perbedaan akan membuat hubungan kita lebih harmonis. Jika pada satu titik kalian menemukan perbedaan, cobalah diskusikan dan ambil jalan terbaik dengan tidak saling melukai satu sama lain.

View on Path

Persiapan Awal Pendaftaran LPDP

Tahun 2015 menjadi langkah besar yang saya lakukan untuk mencapai salah satu mempi saya menjadi seorang akademisi dan peneliti. Saya memutuskan untuk melanjutkan studi Magister dan mendaftar salah satu beasiswa yang sangat diminati para mahasiswa Indonesia yaitu BPI LPDP.

Periapan awal dan sangat dasar yang saya lakukan adalah menetapkan pilihan studi dan universitas yang saya tuju. Menetapkan hati, menguatkan niat untuk melakukan studi S2. Mengetahui alasan-alasan kuat kenapa saya harus menjadi seorang awardee BPI LPDP, kenapa saya harus menjadi seorang dosen. Setelah saya menemukannya, saya menuangkannya kedalam essay.

Sebelum mendaftar sering-seringlah membaca, apa itu LPDP, Visi Misi LPDP, apa saja persyaratannya, bagaimana tahapan yang akan kamu lalui. Banyaklah membaca, budayakan membaca sebelum bertanya. Berdiskusilah dengan teman atau senior yang sudah lulus LPDP pada batch sebelumnya. Sering-sering browsing, buka blog-blog awardee LPDP sebelumnya, kunjungi facebook yang berisi diskusi tentang materi-materi LPDP.

Temukan apa motivasi terbesarmu, percaya dirilah dengan apa yang kamu punya. Kuatkan hati dan niat. Banyak berdoa

Jika kita mau, jika kita berusaha memberikan yang terbaik yang kita punya, kita pasti bisa. Setelahnya jangan lupa berdoa dan pasrahlah kepada Tuhan. Biarkan Tuhan membuka jalan.

Perkenalan dengan LPDP

lpdp


Awal mula cerita pada tahun 2014 – ketika sang calon sarjana sedang melakukan penelitian tugas akhir – nama ini sering sekali terdengar dan diperbincangkan mahasiswa di kampus. LPDP. Continue reading “Perkenalan dengan LPDP”

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

The A Family

there is always something to be thankful for

Sawitri Wening's Journal

there is always something to be thankful for

Craft, Prakarya, DIY

there is always something to be thankful for

R A I S A S H A

there is always something to be thankful for

Widya's Journal

a glimpse of my journey