Hobi, Love

Persiapan Pesta Ulang Tahun Pertama (Part 1)

Hallo semua

Lama sekali tidak menulis blog. Hari ini aku mau sharing tentang ulang tahun pertama anak kami Kazain Khaizuran Raffaza.

Pada tanggal 2 April 2018 Zain genap berumur 1 tahun. Alhamdulillah puji syukur kepada Alloh SWT anak kami diberikan kesehatan sampai saat ini, tumbuh jadi anak ceria dan aktif. Semoga Zain tumbuh jadi anak sholeh, pintar, sukses bahagia menjadi kebanggaan keluarga. Aamiin

Pada kesempatan kali ini aku akan bahas persiapan dan pesta ulang tahun zain pada tanggal 8 April 2018. Karena tanggal 2 bertepatan hari Senin jadi kita pilih tanggal 8 yang bertepatan hari Minggu. Tema acaranya adalah nautical birthday party, karena kita masih suka nuansa warna biru untuk anak laki laki jadi kita pilih nautical. Tidak ada spesifik tokoh kartun karena zain belum paham juga jadi bundanya yang pilihkan.

Continue reading “Persiapan Pesta Ulang Tahun Pertama (Part 1)”

Advertisements
perjalanan

Pengalaman Daftar Haji 2017

Halo, kali ini saya akan membahas pengalaman tentang pendaftaran ibadah Haji pada tahun 2017.

Pertama, saya ucapkan terima kasih banyak kepada Allah SWT yang sudah memberikan saya dan Suami kesempatan untuk mendaftar haji dan kepada keluarga yang sudah support segalanya dalam proses pendaftaran, mudah – mudahan ada umurnya sampai nanti waktunya Haji 😀 amiin.

Continue reading “Pengalaman Daftar Haji 2017”

ceritayu, Love

Long distance marriage

Apa jarak Jatinangor-Jakarta bisa dibilang LDM?
Kalau saya sih selama ga bisa ketemu suami tiap hari saya akan bilang ini LDM.

Kita masih bisa ko ketemu seminggu itu 2-4 hari/ 1-3 malam. Alhamdulillah diberi flexibility waktu kerja dari kantor suami yang memungkinkan beberapa hari bekerja dirumah. 
Rasanya tak ingin mengeluh. Melihat pejuang LDM lain yang luar biasa kuatnya, jarak yang lebih jauh dan waktu menunggu yang lebih lama. 
Tapi karena memang ga mau jauh jauh, dikasih Jatinangor-Jakarta aja udah nangis-nangis. Mungkin itu juga alasan kenapa suami ga melamar pekerjaan di perusahaan BUMN atau perusahan besar lain yang mengharuskan bersedia ditempatkan dimana saja. Karena suami pun gamau jauh-jauh dari istrinya. hehe 

Beberapa bulan lalu masih bisa enjoy LDM ini. Sekarang, kenapa terasa berat??karena keadaan saya sedang hamil besar, dan sedang kuliah S2 Jatinangor-Bandung pulang pergi dan ga bisa cuti hamil seperti ibu hamil yang bekerja pada umumnya. Mengharuskan saya seminimal mungkin tidak masuk kuliah (absen). Sedangkan perut makin hari makin besar, HPL mendekat. 

Ingin rasanya pergi dan pulang kuliah di jemput suami, tanpa harus menyetir sendiri. Ditemani makan siang, ditemani suami siaga istri hamil dan melahirkan. Support secara fisik dan moril.

Saya berdoa dari semenjak hamil, kami sudah berusaha pula agar suami bisa pindah ke Bandung. Entah bekerja atau kuliah. Tapi Alloh masih belum menampakan jalan kesana. 

I knew it wont be easy, I tried my best to be strong and health. Taking care of my self and my pregnancy. Yeah, but sometime i cant hold my tears. 

“sabar sabar sabar. Insha Alloh semua ada waktunya,” bisik pada diri sendiri

Ya. Sekarang ini kami hanya bisa berdoa dan berusaha, tetap mengusahakan suami pindah ke Bandung. Menjaga kesehatan diri dan bayi dalam kandungan, and be happy. Menjalani kuliah dan belajar semaksimal mungkin. 

InshaAlloh kita akan bisa berkumpul bersama lagi yaa suami 😊
Semoga diberikan yang terbaik, kelancaran bersalin, kesehatan kami semua, keberkahan dan keselamatan. aamiin

Love

Pra-engagement moment

When you realize you want to spend the rest of your life with somebody, you want the rest of your life start as soon as possible

Hallo, sudah lama tidak menulis. Akhirnya ada mood nulis lagi,  bulan Maret yang ditunggu tahun ini sudah terlalui dengan sangat bahagia. Alhamdulillah. Banyaaak yang ingin ditulis dan di ceritakan seputar pernikahan, tapi mungkin kita mulai dari proses lamaran dulu ya.

Buat temen – temen yang sekarang menjalani hubungan yang serius dan akan melangsungkan pernikahan, semoga cerita dan pengalaman kita ini bisa jadi referensi atau sedikitnya membantu menyusun rencana lamaran kalian. Karena saya pribadi juga banyak membaca dari blog untuk referensi, dan membaca lagi ketika ada hal yang masih membingungkan. Happy reading guys~

Jadi awalnya setelah dilamar secara personal oleh calon suami saya dulu, kami merencanakan tahap selanjutnya yang akan dilakukan yaitu bertemu orang tua. Kami berdua menyampaikan keinginan kami untuk menikah, menyampaikan bagaimana rencana kedepannya kepada orang tua kami masing-masing. Setelah itu kami mendengarkan bagaimana respon orang tua kami, karena saya dan calon suami masih berumur 23 tahun, kami masih sama-sama belajar dan belum mapam secara finansial mungkin orang tua kami sedikit khawatir. Disinilah tantangan menyampaikan apa niatan kita menikah pada orang tua agar mengerti dan mendukung. Sampaikan rencana hidup yang akan kalian lakukan setelah menikah dan alasan-alasan kenapa ingin menikah. Jangan lupa minta petunjuk dan nasihat dari orang tua juga yaa. Kemudian karena respon orang tua sudah positif dan mendukung saatnya calon suami bertemu dengan bapak tercinta.  Continue reading “Pra-engagement moment”