ceritayu

Premarital Medical Check Up

Medical Check up.jpg

Kali ini saya akan bercerita tentang salah satu check list persiapan menjelang pernikahan yaitu Premarital Check UP. Di Indonesia Premarital check up masih menjadi hal yang baru untuk beberapa kalangan masyarakat. Perlukah? Pentingkah?

Premarital Check up adalah medical check up yang dilakukan sebelum menikah, yang bertujuan untuk mengetahui kesehatan bride dan groom, memastikan juga apakah bride dan groom benar-benar dalam kondisi yang sehat ketika akan menikah. Karena background pendidikan saya dibidang kesehatan, saya belajar dan paham apa tujuan premarital check up sehingga saya memutuskan bahwa premarital check up masuk kedalam check list periapan pernikahan yang penting yang harus dilakukan.“Kenapa sih harus diperiksa? Saya sehat-sehat saja tuh, mamah papah saya juga sehat.” mungkin sebagian orang ada yang berfikir demikian, tidak salah kok jika ada opini seperti itu. Semuanya tergantung pada pengetahuan dan sudut pandang setiap orang dalam menanggapi suatu permasalahan. Buat teman-teman yang masih berfikir demikian saya mencoba mengajak teman-teman untuk membuka diri (open mind) dan menambah wawasan mengenai Premarital Check Up.

Dalam premarital check up pemeriksaan yang dilakukan tergantung dari paket yang ditawarkan Rumah Sakit/ Laboratorium, bervariasi dan teman-teman bisa memilih sesuai kebutuhan. Secara umum ada beberapa hal yang biasanya akan diperiksa. Diantaranya :

  1. Pemeriksaan Laboratorium
  2. Pemeriksaan Radiologi
  3. Pemeriksaan Fisik

Dari ketiga pemeriksaan tersebut terdapat didalamnya beberapa pemeriksaan spesifik seperti panel pemeriksaan penyakit menular, penyakit yang mungkin diturunkan, golongan darah dan faktor rhesus. Dari luar secara fisik mungkin kita terlihat sehat, namun siapa yang bisa menjamin kita tidak membawa faktor buruk untuk keturunan kita kelak. Mengingat kondisi lingkungan saat ini, cuaca, penyakit, gaya hidup yang dapat mempengaruhi kesehatan kita. Ada hal-hal yang tidak bisa dipastikan dengan mata yang terlihat, maka apa salahnya jika kita berusaha, berikhtiar agar diberikan yang terbaik? Menurut saya premarital check up adalah salah satu cara kita berusaha mendapatkan keturunan yang sehat secara jasmani maupun rohani. Bukan untuk meragukan riwayat kesehatan keluarga kita. Salah satu tujuan menikah untuk mendapatkan keturunan bukan? maka anggaplah satu check list ini adalah hadiah awal untuk anak-anak kita kelak, bahwa kita peduli, bahwa kita ingin memberikan yang terbaik untuk mereka. Terlebih jika kita mengetahui riwayat penyakit menurun dalam keluarga, jadi kita bisa melakukan pencegahan dan persiapan jika memang kelak penyakit itu diturunkan.

Kemudian, satu hal lagi yang bermanfaat dari premarital check up ini yaitu untuk membangun rasa percaya dengan pasangan. Membangun kerjasama, melatih melakukan problem solving. Jangan takut melihat hasil Premarital Check Up. Bukankah Alloh SWT sudah menjanjikan setiap penyakit memiliki obatnya. Dengan kita mengetahui lebih awal kita memiliki kekurangan, kita bisa melakukan tindakan pengobatan dan pencegahan.

Memang premarital Check up membutuhkan cost yang cukup besar. Tapi tidak terlalu besar dibandingkan jika “amit-amit” penyakit telat diketahui dan menjadi masalah setelah menikah. Bagaimana? setelah membaca opini saya apakah teman-teman tergerak hatinya untuk sedikit memikirkan mengenai premarital check up? hehehe. Semuanya pilihan, premarital check up bukan hal yang wajib tapi manfaat-manfaat yang diberikan sudah cukup bagi saya untuk mengambil keputusan melakukan premarital check up.

Saya sedikit akan menceritakan bagaimana pengalaman premarital check up yang saya lakukan Januari 2016 lalu.

Sebelum melakukan Premarital check up saya melakukan survey dan mengumpulkan informasi Rumah sakit dan laboratorium yang menyediakan fasilitas premarital check up di Bandung. Diantaranya RS Borromeus, RS Santosa, Prodia, Pramita Lab, RS Hasan Sadikin dan RS Al-Islam. Sayangnya untuk Prodia, Paramita dan RS Al-Islam saya tidak mendapatkan brosurnya. Berikut brosur yang saya dapatkan, semoga membantu untuk menentukan pilihan.

  • RS Hasan Sadikin Bandung terakhir saya tanya informasi mengenai premarital check up 2015, belum ada paket khusus premarital. Bisa dilakukan premarital check up namun panel pengujiannya terpisah-pisah. Mungkin teman-teman bisa cek ulang lagi ya

IMG_5608.JPG

  • RS Borromeus Bandung Sudah memiliki paket premarital check up yang dapat dipilh sesuai kebutuhan dan budget yang kamu punya. RS Borromeus adalah Second Option yang saya sarankan buat teman-teman.

IMG_7987

IMG_7988

  • RS Santosa adalah first option yang saya sarankan.Untuk laboratorium seperti prodia dan pramita panel pemeriksaan lebih lengkap namun harganya pun lebih mahal. Kelebihan pemeriksaan di Rumah Sakit walaupun panel nya tidak sekompleks di laboratorium namun ada pilihan pemeriksaan fisik oleh dokter kandungan, sehingga ini menjadi pertimbangan saya memilih pemeriksaan di RS Santosa. Paket yang dipilih adalah paket Jamrud B.

895119.jpg

image1

image2

Pertama-tama lakukan reservasi pemeriksaan dengan menelepon MCU RS Santosa beberapa minggu sebelum melakukan pemeriksaan. Pemeriksaan yang saya lakukan pada tanggal 15 Januari 2016 ditemani calon suami saya. Namun hanya saya melakukan pemeriksaan karena  sang calon suami memilih tidak melakukan premarital check up saat itu, sedangkan saya memiliki urgensi untuk melakukannya terlebih dulu, mengingat saya punya kucing dirumah yang merupakan salah satu faktor pembawa toksoplasma. Hal yang saya takutkan bisa menggugurkan janin ketika saya hamil nanti.

Ketika melakukan reservasi saya di beritahu untuk puasa selama 10 jam dan harus sudah di rumah sakit jam 8 pagi, jadi saya sudah mulai tidak makan (boleh minum air putih) dari jam 9 malam. Sampai disana saya mengisi beberapa formulir, didalamnya ada isian mengenai riwayat penyakit, alergi, kecelakaan dsb. Lalu melakukan penampungan sampel urin (air kencing) dan pengambilan darah. Pengambilan darah dilakukan 2 kali, yang pertama setelah puasa yang kedua 2 jam setelah makan untuk mengukur glukosa 2 jam setelah makan. Setelah itu dilakukan rontgen thorak dan pemeriksaan USG Rahim serta konsultasi dengan dokter kandungan.

Setelah melakukan pemeriksaan saya menunggu 10 hari kerja untuk mendapatkan hasil pemeriksaan. Dan Alhamdulillah semuanya normal. Hanya ada catatan kecil seperti imun untuk hepatitis B yang rendah sehingga disarankan melakukan vaksinasi. Toksoplasma negatif, thalasemia negatif. Alhamdulillah, jadi tenangkan setelah tau hasilnya.

Sekian, semoga bermanfaat dan dapat membantu teman-teman yang sedang mempersiapkan pernikahan dan ingin melakukan Premarital Check Up. Jangan lupa like dan beri komentar yaaa.

Advertisements

3 thoughts on “Premarital Medical Check Up”

  1. Bagus banget ulasannya..hanya sayangnya karena setelah premarital check up anda dan pasangan anda mendapatkan hasil yang baik/normal, maka tentu saja anda dengan bangga dan penuh semangat bisa mengkampanyekan premarital check up ini sebagai suatu hal yang sangat penting…coba seandainya hasil premarital check up anda sendiri jelek dan pasangan anda tiba-tiba membatalkan perkawinan secara sepihak karena anda terindikasi punya penyakit serius atau (maaf) tidak bisa punya keturunan (infertilitas) misalnya…saya tidak yakin anda akan tetap mau menulis di blog ini tentang arti pentingnya premarital check up…Kalau mau sportif, anda atau siapa saja yang mau menulis di media massa untuk mengkampanyekan tentang arti pentingnya premarital check up pada masyarakat, seharusnya melakukannya sebelum anda melakukan premarital check up itu sendiri sehingga akan terlihat sebagai sebuah kesadaran murni karena anda sendiripun sebagai penulis berani dan siap untuk menerima konsekuensi apapun dari hasil check up ini (sayangnya saya sendiri belum menemukan satupun penulis yang merupakan calon pengantin yang baru akan melakukan premarital check up, karena justru rata-rata para dokter dan para medis yang justru hanya memberi kesan sedang berpromosi untuk mencari untung semata dari bisnis program kesehatan yang menggiurkan ini)…Bagi saya premarital check up tidak terlalu penting bahkan cenderung merusak karena hanya akan menghancurkan harapan dan semangat dari masing-masing pasangan apabila salah satu pasangan terindikasi “lampu merah”, sehingga berpotensi dapat menunda atau bahkan menggagalkan sebuah rencana perkawinan yang suci mulia yang telah dilandasi oleh cinta kasih yang tulus, belum lagi dengan biaya-biaya yang telah terlanjur dikeluarkan seperti memanjar biaya sewa gedung perkawinan yang biasanya telah dilakukan dari setahun sebelumnya karena terpaksa “hangus”, tambah lagi banyak orang terlanjur tahu bahwa kita akan menikah tapi ternyata tiba-tiba dibatalkan hanya gara-gara “teror” dari hasil premarital check-up dari salah satu pasangan yang terindikasi misalnya infertilisasi yang tidak mudah disembuhkan (padahal kalau infertilisasi salah satu pasangan itu diketahui setelah menikah bisa jadi pasangan tersebut akan berusaha untuk mengadopsi anak yatim sebagai solusinya karena tidak mau menghancurkan pernikahan yang sudah diberkati dan dibangun bersama (hal ini banyak terjadi termasuk teman sya sendiri yang ternyata tetap akur puluhan tahun kehidupan perkawinannya walaupun tidak memiliki anak kandung karena pasangannya terbukti mandul sehingga akhirnya mengadopsi anak), tapi bagaimana kalau belum terlanjur menikah?? …boleh dong cari alternatif pasangan lain yang subuuur?? karena mana ada sih pasangan yang tidak ingin punya anak yang merupakan darah dagingnya sendiri??…dan parahnya lagi kekurangan dari kesehatan salah satu calon pengantin ini akan diketahui oleh banyak orang terutama keluarga, saudara, dan teman-teman, rekan kerja, dll.. bukankah hal ini sudah pasti akan membuat yang bersangkutan ini mengalami rasa malu, patah hati, bahkan depresi, karena siapa yang bisa menjamin kalau pasangannya atau keluarganya tidak akan membocorkan hasil pemeriksaan tersebut ke orang lain hanya gara-gara dipakai sebagai alat untuk membela diri sendiri dan keluarganya yang telah dianggap tega membatalkan sepihak perkawinan tersebut? (ini namanya sudah jatuh tertimpa tangga pula)…oleh sebab itu menurut saya lebih baik pemeriksaan kesehatan itu dilakukan oleh masing-masing pihak saja dan diminta kesadaran tinggi dari individu tersebut untuk tidak pacaran apalagi menikah dengan siapapun apapbila terindikasi berpenyakit menular berbahaya, sepertihepatitis B atau C kronis menahun misalnya (ingat hepatits B atau C kronis adalah penyakit yang sulit disembuhkan atau butuh waktu puluhan tahun untuk sembuh (keburu tua kalau harus menunggu pasangan sembuh dan belum tentu sembuh)..Nah bagaimana dengan kita yang terbukti tidak ada masalah menurut hasil medical checkp up sendiri..1. Silahkan menjalin hubungan yang seirus (pacaran/tunangan) hanya dengan pasangan yang mau diajak general medical check-up bersama atau mau saling menunjukkan hasil general medical check up individu yang asli , bukan nanti dilakukan setelah mau menikah. 2. Jalinlah hubungan yang serius dengan pasangan yang terlihat sehat saja tapi kalau mau menikah dengan pasangan yg tidak terlihat sehat atau yang ridak mau saling menunjukkan hasil general check up individu…artinya siap-siap saja untuk rela berkorban dengan menjadi “sang dewa atau dewi penolong” bagi pasangan yang kemungkinan besar akan mengalami sakit berat…hitung-hitung akan menambah amal bakti kita sendiri, karena bukankah menolong orang yang sedang sakit berat adalah sebuah kebahagiaan dan sangat menyenangkan hati Tuhan?? apalagi orang sakit yang kita tolong tersebut adalah pasangan hidup kita sendiri dan merupakan orang yang sangat kita cintai…Kesimpulannya, 1. Saya setuju dengan general medical check up individu dengan catatan tidak wajib memberitahukan hasilnya kepada siapapun kecuali kepada orang tua kita sendiri dan tidak setuju dengan premarital check up yang dilakukan setelah ada perencanaan pernikahan apalagi sudah mendekati waktu pernikahan. 2. Saya setuju kalau ada smedical check up wajib yang hanya khsusus untuk menerangkan seseorang positif atau negatifnya terhadap narkoba, dan virus –virus menular/berbahaya yang belum ada obatnya dan belum ada imunisasinya, seperti virus HIV AIDS dan virus Hepatitis C, dan ini bolehlah dijadikan tradisi untuk para pasangan yang ingin menjalin hubungan serius untuk harus saling memperlihatkan hasil pemeriksaan yang terbukti negatif pada calon pasangannya.

    Like

    1. Terimakasih komentarnya mas rio. Kalau saya pribadi dari sebelum melakukan cek juga sudah menganggap penting dan walaupun hasilnya ada yang tidak normal akan tetap saya sharing berikut solusinya. Setiap orang punya pilihan masing-masing mas. Mau melakukannya kapan, kalau saya pribadi memilih menjelang pernikahan karena sudah jelas akan berencana memiliki keturunan. Dan blog ini saya tulis sebagai sharing tanpa menggurui, tiap orang berhak memiliki pendapat masinh-masing. Tergantung sudut pandangnya juga.

      Karena jujur saya punya kucing dirumah dan sudah waspada jika terkena toksoplasma, dan saya pun sudah memberi tahu kepada calon suami saya mungkin saja saya terkena toxo. Tapi kami membahasnya dan mencari solusi jika memang saya terkena toxo. Dan calon suami saya juga tidak mundur untuk menikahi saya, sekarang kami sudah menikah.

      Share not for hate, keep positive thinking. 😊

      Like

    2. Oh iya dan juga saya tidak berkampanye ya mas. Karena ini bukan endorse rumah sakit dsb. Hanya sharing mungkin ada teman-teman yang berencana medical check up juga.

      Dan saya pernah melihat pasangan yang salah satunya memiliki kanker, mereka bisa survive ko.

      I dont judge anyone dan ga nulis blog buat berdebat. Kalau memang tidak setuju ya saya juga tidak melarang. Its ok

      Saya juga menghargai pendapat mas. Just dont judge what is wrong and what is right.
      Balik lagi, semua orang punya pilihan dan jalannya masing-masing. Kalau misal setuju atau sependapat dengan saya, boleh melakukan medcek kapanpun, bahkan sebelum menikah mungkin. Kalau memang tidak setuju ya jangan, tetap jalani hidup sehat aja dan positive thinking. Thank you

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s