Hallo Everyone, Sorry nih mood nulis baru kekumpul lagi setelah 2 bulan hehehe.Sedikit sibuk mempersiapkan kuliah S2 dan mempersiapkan menikah. Finally ada waktu dan mood untuk menulis lagi. Enjoy Reading !

This is the next chapter of Relationship Goals yang saya tulis sebelumnya. Dan yang saya tulis sekarang ini berdasarkan pengalaman yang saya alami dalam memantapkan pilihan dan membuat keputusan untuk menikah. Menikah bukan hal yang mudah ataupun sulit, semuanya tergantung bagaimana sudut pandang kita melihat apa itu pernikahan. Jika kamu berfikir bahwa menikah itu bahagia dan menyenangkan, yes it is! Jika ada yang berkata bahwa menikah tidak akan seindah yang kita fikirkan, hmm its ok, jangan terlalu diambil pusing. ^^

Yakinlah apa yang akan kita hadapi sesulit apapun nanti, pasti ada solusinya. Karena Alloh SWT tidak akan memberi cobaan diluar kemampuan hambanya. Selalu ingat niat awal dan tujuan kalian menikah. Jadikan kesulitan dan sedih itu bagian dari proses.

Niat untuk menikah itu karena Alloh SWT dan menyempurnakan ibadah. Ya! karena jika bukan kamu tidak akan memutuskan untuk menikah, kamu akan menjalani pacaran hingga tak tahu kapan. Mencintai dia karena Alloh SWT? Ya! karena jika tidak kita tidak akan menerima kekurangan dan kelebihan yang ia punya. Niat untuk membangun keluarga yang bahagia dan di ridhoi Alloh SWT, mempunyai keturunan yang sholeh dan sholehah, menghabiskan sisa waktu hidup dengan seseorang yang akan menerima kamu apa adanya, berjalan bersama mencapai mimpi-mimpi dunia dan akhirat. Ya! Ya!  Ya! yakinlah dalam hati, teruslah berdoa untuk memantapkan hati.

Saya dan calon saya berumur 23 tahun, kami sama-sama sedang menjajaki awal karir dibidang masing-masing. Dewasa? kami masih sama-sama belajar. Financial? kami belum mapan. Lantas kenapa yakin untuk menikah?

Karena kami sama-sama berfikir bahwa menggapai mimpiku, mimpimu masih bisa bersama bahkan nambah satu mimpi lagi. Mimpi kita. Dengan menikah tidak akan menghambat atau mengagalkan mimpi kita masing-masing. Malah jika berdua kita bisa sama-sama saling mendukung. Ada teman berdiskusi, mencari solusi bersama, masalahmu atau masalahku kini akan menjadi masalah kita.

We know it wont be easy.

Tapi kenyataan ini justru membuat kami bersemangat. Ya! kita dalam satu perahu yang sama sekarang, bagaimana agar kita tidak tenggelam. Jika mimpiku ada dipulau A, dan mimpimu di pulau B, kita berdua akan ke pulau A dan B bersama-sama. Tidak ada lagi aku dan kamu, tapi kita. Setelah menikah semuanya tentang kita.

Kita memulai dari benar-benar nol. Siap? Siap dong Heheheh. So, when he proposed me for the first time, tanggal 22 Juli 2015 di Sierra Cafe, Dago, Bandung.

 

IMG_5285.JPG

He asked, “Will you Marry me?”

and I said, “Yes, Ido”

Bismillahirrahmanirrohim .

Iklan