Cari

ceritayu

there is always something to be thankful for

Pengalaman Daftar Haji 2017

Halo, kali ini saya akan membahas pengalaman tentang pendaftaran ibadah Haji pada tahun 2017.

Pertama, saya ucapkan terima kasih banyak kepada Allah SWT yang sudah memberikan saya dan Suami kesempatan untuk mendaftar haji dan kepada keluarga yang sudah support segalanya dalam proses pendaftaran, mudah – mudahan ada umurnya sampai nanti waktunya Haji 😀 amiin.

Untuk daftar haji, kita harus membuka tabungan haji di bank karena dana yang ditabung khusus diperuntukan untuk biaya daftar haji. Berikut beberapa bank yang bisa dijadikan pilihan:

  1. Bank BRI Syariah -> Saya dan Suami menabung disini, reviewnya cukup baik, pelayanan baik, informasinya baik dan sangat jelas, saya recommend di bank ini (di tempat saya, tanjung sari, pelayanannya cepat karena banknya jarang ramai XD)
  2. Bank Muamalat -> Saudara saya mendaftar disini, katanya sih lumayan bagus dan tidak ada kendala
  3. Bank Syariah Mandiri
  4. Bank BTN
  5. Bank BNI Syariah

Catatan:

  • Untuk semua bank, biasanya memerlukan biaya 50-100rb untuk pembukaan rekening baru dan barulah kita bisa mulai menabung
  • Tabungan khusus haji ini biasanya tidak bisa diambil dan tidak ada biaya administrasi bulanan

Nah, sekarang mari kita lihat dulu persyaratan pergi haji apa saja:

  1. Fotocopy KTP sebanyak 10 lembar
  2. Fotocopy tabungan 25 juta sebanyak 1 lembar
  3. Keterangan sehat dari puskesman (asli)
  4. Fotocopy kartu keluarga 4 lembar
  5. Surat pernyataan kepala desa / Lurah yang diketahui Cama diatas materai Rp. 6000 yang menyatakan bahwa calon jemaah adalah benar – benar penduduknya. Difotocopy sebanyak 4 lembar
  6. Calon jemaah haji mengetahui golongan darah
  7. Akte lahir / Surat nikah / Ijazah / Fotocopy masing masing sebanyak 4 lembar (pilih salah satu)
  8. Materai Rp. 6000 sebanyak 2 lembar

Kalau saya dan Suami, alur pendaftarannya seperti ini:

  1. Hari Rabu (1/11) ke Bank BRI Syariah melunasi biaya pergi haji (Buka rekening dan diberikan detail mengenai persyaratan pergi haji kemudian diberikan kertas dibawah)IMG_20171106_135315.jpg
  2. Melengkapi persyaran pergi haji
  3. Setelah lengkap, Rabu depannya (8/11) kembali ke Bank BRI Syariah untuk dilakukan validasi oleh bank di pagi hari
  4. Setelah OK, langung pergi ke Kemenag Sumedang dan menyerahkan berkas2nya ke petugas.
  5. Setelah menunggu beberapa saat, kami 2 kali dipanggil untuk foto dan sidik jari (latar belakang fotonya berwarna putih, jadi kalau bisa untuk perempuan jangan menggunakan kerudung putih)
  6. Tinggal tunggu dipanggil petugas lagi untuk pengambilan nomor porsi dan bayar Rp.50.000 untuk biaya print foto
  7. Selesai, Selamat anda telah menjadi calon jamaah dan nomor porsi bisa di cek keesokan harinya di https://haji.kemenag.go.id/v3/node/955358
  8. Simpan dengan baik berkas haji karena akan digunakan lagi ketika akan berangkat haji.

Oh iya, kami kebagian keberangkatan tahun 2028 ( waktu tunggu 11 tahun untuk Sumedang) saya tanya kalau di Bandung sekitar 13 tahunan,

Berikut tips – tips dari kami:

  1. Dokumen disimpan masing – masing per orang di dalam map kertas dan dibungkus di map plastikDokumenh haji.jpeg
  2. Kalau mau lebih cepat, Siapkan dulu persyaratan baru kemudian mendaftar ke bank kemudian ke Kemenag (1 hari bisa selesai)

Sekian sharing pengalaman kali ini, kalau ada pertanyaan silakan comment di bawah ya.

Semoga bermanfaat, Terima kasih!

 

 

Iklan

Long distance marriage

Apa jarak Jatinangor-Jakarta bisa dibilang LDM?
Kalau saya sih selama ga bisa ketemu suami tiap hari saya akan bilang ini LDM.

Kita masih bisa ko ketemu seminggu itu 2-4 hari/ 1-3 malam. Alhamdulillah diberi flexibility waktu kerja dari kantor suami yang memungkinkan beberapa hari bekerja dirumah. 
Rasanya tak ingin mengeluh. Melihat pejuang LDM lain yang luar biasa kuatnya, jarak yang lebih jauh dan waktu menunggu yang lebih lama. 
Tapi karena memang ga mau jauh jauh, dikasih Jatinangor-Jakarta aja udah nangis-nangis. Mungkin itu juga alasan kenapa suami ga melamar pekerjaan di perusahaan BUMN atau perusahan besar lain yang mengharuskan bersedia ditempatkan dimana saja. Karena suami pun gamau jauh-jauh dari istrinya. hehe 

Beberapa bulan lalu masih bisa enjoy LDM ini. Sekarang, kenapa terasa berat??karena keadaan saya sedang hamil besar, dan sedang kuliah S2 Jatinangor-Bandung pulang pergi dan ga bisa cuti hamil seperti ibu hamil yang bekerja pada umumnya. Mengharuskan saya seminimal mungkin tidak masuk kuliah (absen). Sedangkan perut makin hari makin besar, HPL mendekat. 

Ingin rasanya pergi dan pulang kuliah di jemput suami, tanpa harus menyetir sendiri. Ditemani makan siang, ditemani suami siaga istri hamil dan melahirkan. Support secara fisik dan moril.

Saya berdoa dari semenjak hamil, kami sudah berusaha pula agar suami bisa pindah ke Bandung. Entah bekerja atau kuliah. Tapi Alloh masih belum menampakan jalan kesana. 

I knew it wont be easy, I tried my best to be strong and health. Taking care of my self and my pregnancy. Yeah, but sometime i cant hold my tears. 

“sabar sabar sabar. Insha Alloh semua ada waktunya,” bisik pada diri sendiri

Ya. Sekarang ini kami hanya bisa berdoa dan berusaha, tetap mengusahakan suami pindah ke Bandung. Menjaga kesehatan diri dan bayi dalam kandungan, and be happy. Menjalani kuliah dan belajar semaksimal mungkin. 

InshaAlloh kita akan bisa berkumpul bersama lagi yaa suami 😊
Semoga diberikan yang terbaik, kelancaran bersalin, kesehatan kami semua, keberkahan dan keselamatan. aamiin

Aww dalem banget. Ternyata semuanya terletak pada mindset. Change the words “aku ingin bahagia” atau “kapan aku bahagia?” Dengan “aku bahagia” dan “aku akan bahagia” mulai sekarang dan seterusnya. Belajar bersyukur dengan hal hal kecil yang kita punya everyday 😇😇
Hello Novemberku tersayang, yuk bahagia 😊 – with Rully

View on Path

Pra-engagement moment

When you realize you want to spend the rest of your life with somebody, you want the rest of your life start as soon as possible

Hallo, sudah lama tidak menulis. Akhirnya ada mood nulis lagi,  bulan Maret yang ditunggu tahun ini sudah terlalui dengan sangat bahagia. Alhamdulillah. Banyaaak yang ingin ditulis dan di ceritakan seputar pernikahan, tapi mungkin kita mulai dari proses lamaran dulu ya.

Buat temen – temen yang sekarang menjalani hubungan yang serius dan akan melangsungkan pernikahan, semoga cerita dan pengalaman kita ini bisa jadi referensi atau sedikitnya membantu menyusun rencana lamaran kalian. Karena saya pribadi juga banyak membaca dari blog untuk referensi, dan membaca lagi ketika ada hal yang masih membingungkan. Happy reading guys~

Jadi awalnya setelah dilamar secara personal oleh calon suami saya dulu, kami merencanakan tahap selanjutnya yang akan dilakukan yaitu bertemu orang tua. Kami berdua menyampaikan keinginan kami untuk menikah, menyampaikan bagaimana rencana kedepannya kepada orang tua kami masing-masing. Setelah itu kami mendengarkan bagaimana respon orang tua kami, karena saya dan calon suami masih berumur 23 tahun, kami masih sama-sama belajar dan belum mapam secara finansial mungkin orang tua kami sedikit khawatir. Disinilah tantangan menyampaikan apa niatan kita menikah pada orang tua agar mengerti dan mendukung. Sampaikan rencana hidup yang akan kalian lakukan setelah menikah dan alasan-alasan kenapa ingin menikah. Jangan lupa minta petunjuk dan nasihat dari orang tua juga yaa. Kemudian karena respon orang tua sudah positif dan mendukung saatnya calon suami bertemu dengan bapak tercinta.  Continue reading “Pra-engagement moment”

Our LPDP story 2015

Tas LPDP oleh-oleh PK-55

 Juli 2015 berhasil bujuk calon suami untuk sama-sama berjuang apply LPDP. Tujuan Luar Negeri, Belanda, Utrecht. (Karena terinspirasi dari senior yang beasiswa keluar negeri setelah menikah).Setelah berjuang belajar TOEFL ITP, saya mengikuti tes 3 kali dan calon suami 2 kali tes, hasilnya tidak kunjung sampai 550 😂😂.
In the end, saya tetep daftar dengan tujuan Dalam Negeri. Tapi disatu sisi calon suami saya gagal submit pendaftaran online karena website LPDP sempet crash dihari terakhir pendaftaran 19 Oktober 2015. Padahal berkas untuk pendaftaran sudah terkumpul semua.

Waktu berjalan, Alloh SWT memberi rencana lain. Saya tetep lanjut berjuang dengan mengikuti seleksi LPDP. Bulan November 2015 lolos seleksi administrasi, mengikuti seleksi wawancara, LGD (Leader Group Disscusion) dan Essay on the spot kemudian Alhamdulillah diterima menjadi awardee LPDP batch IV tahun 2015 bulan Desember 2015. Sedangkan si cami fokus dengan pekerjaanya. Saya sudah coba bujuk lagi untuk apply tahun ini, somehow kadang laki-laki punya pemikiran lain dan prioritas lain. But I am sure kita bisa achieve mimpi kita suatu saat nanti, untuk sekolah bareng di luar negeri. Aamiin. Sekarang salah satu mimpi kita sudah di depan mata, menikah. Fokus pada menikah tahun ini kemudian kita susun mimpi-mimpi yang lain. Satu demi satu kita berjuang menggapai mimpi kita.

Perbedaan itu selalu ada terutama perbedaan pandangan dan pemikiran, kita tidak boleh memaksakan kehendak atau pemikiran kita pada pasangan kita. Boleh saja kita memberi pendapat atau berdiskusi namun tetap hargai juga pendapat pasanganmu, perbedaan itu bukan hal yang perlu dihindari. Bisa saling menghargai dan memahami satu sama lain dalam perbedaan akan membuat hubungan kita lebih harmonis. Jika pada satu titik kalian menemukan perbedaan, cobalah diskusikan dan ambil jalan terbaik dengan tidak saling melukai satu sama lain.

View on Path

Aku Jatuh Cinta pada Nabawi

Jika bertanya apakah aku merindukannya? ya. Jika diberi kesempatan kembali kesana sungguh nikmat yang luar biasa. Mesjid Nabawi menyimpan keindahan yang luar biasa, sejarah dan seluruh kisahnya akan membuatmu menitikan air mata. Ada rasa nyaman ketika sholat disana, merasa lebih dekat dan terasa sangat dekat dengan Nabi Muhammad SAW dan Alloh SWT.

Continue reading “Aku Jatuh Cinta pada Nabawi”

LPDP Scholarship Administration Check List

kartu peserta

Sedikit bercerita lagi tentang persiapan admnistrasi beasiswa ngehits satu ini. Enjoy reading, semoga bermanfaat.

Continue reading “LPDP Scholarship Administration Check List”

Premarital Medical Check Up

Medical Check up.jpg

Kali ini saya akan bercerita tentang salah satu check list persiapan menjelang pernikahan yaitu Premarital Check UP. Di Indonesia Premarital check up masih menjadi hal yang baru untuk beberapa kalangan masyarakat. Perlukah? Pentingkah?

Premarital Check up adalah medical check up yang dilakukan sebelum menikah, yang bertujuan untuk mengetahui kesehatan bride dan groom, memastikan juga apakah bride dan groom benar-benar dalam kondisi yang sehat ketika akan menikah. Karena background pendidikan saya dibidang kesehatan, saya belajar dan paham apa tujuan premarital check up sehingga saya memutuskan bahwa premarital check up masuk kedalam check list periapan pernikahan yang penting yang harus dilakukan. Continue reading “Premarital Medical Check Up”

Persiapan Awal Pendaftaran LPDP

Tahun 2015 menjadi langkah besar yang saya lakukan untuk mencapai salah satu mempi saya menjadi seorang akademisi dan peneliti. Saya memutuskan untuk melanjutkan studi Magister dan mendaftar salah satu beasiswa yang sangat diminati para mahasiswa Indonesia yaitu BPI LPDP.

Periapan awal dan sangat dasar yang saya lakukan adalah menetapkan pilihan studi dan universitas yang saya tuju. Menetapkan hati, menguatkan niat untuk melakukan studi S2. Mengetahui alasan-alasan kuat kenapa saya harus menjadi seorang awardee BPI LPDP, kenapa saya harus menjadi seorang dosen. Setelah saya menemukannya, saya menuangkannya kedalam essay.

Sebelum mendaftar sering-seringlah membaca, apa itu LPDP, Visi Misi LPDP, apa saja persyaratannya, bagaimana tahapan yang akan kamu lalui. Banyaklah membaca, budayakan membaca sebelum bertanya. Berdiskusilah dengan teman atau senior yang sudah lulus LPDP pada batch sebelumnya. Sering-sering browsing, buka blog-blog awardee LPDP sebelumnya, kunjungi facebook yang berisi diskusi tentang materi-materi LPDP.

Temukan apa motivasi terbesarmu, percaya dirilah dengan apa yang kamu punya. Kuatkan hati dan niat. Banyak berdoa

Jika kita mau, jika kita berusaha memberikan yang terbaik yang kita punya, kita pasti bisa. Setelahnya jangan lupa berdoa dan pasrahlah kepada Tuhan. Biarkan Tuhan membuka jalan.

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑

The A Family

there is always something to be thankful for

Sawitri Wening's Journal

there is always something to be thankful for

Craft, Prakarya, DIY

there is always something to be thankful for

R A I S A S H A

there is always something to be thankful for

Widya's Journal

a glimpse of my journey